Yayasan IKAMaT Adakan Sosialisasi Program Rehabilitasi Mangrove di Bayuran, Jepara

Yayasan IKAMaT Adakan Sosialisasi Program Rehabilitasi Mangrove di Bayuran, Jepara

Jepara – IKAMaT. Pada hari Rabu, 16 Maret 2016, Yayasan IKAMaT melakukan kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi, Pendataan Keanekaragaman Hayati dan Potensi Masyarakat di Dukuh Bayuran, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Bertempat di Balai Desa Tubanan, acara ini merupakan kerja sama yang dilakukan oleh Yayasan IKAMaT dan PLTU Tanjung Jati, Jepara.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, diawali dengan sambutan oleh Direktur Utama Yayasan IKAMaT, Sdr. M. Faisal Rachmansyah, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Kepala Desa Tubanan, Bpk. Untung Pramono.

“Kami harapkan, Bapak dan Ibu yang hadir pada acara kali ini dapat mengikuti program yang telah kami susun dengan PLTU Tanjung Jati dengan baik, dan nanti saat pendataan keanekaragaman hayati dan potensi masyarakat, dapat memberikan informasi dengan lengkap,” jelas Sdr. M. Faisal R.

Saat memberikan sambutan, Bapak Untung menyampaikan bahwa sejak tahun 1990-an seluruh aparat desa berusaha agar pantai di desa Bayuran menjadi destinasi wisata. Namun, hal ini belum dapat terealisasi hingga saat kini.

Saat itu, hal tersebut diusahakan, karena kondisi pantai Bayuran masih memiliki potensi untuk dijadikan tujuan wisata. Namun sayang, semua itu belum dapat terwujud, bahkan saat ini pantai Bayuran telah rusak parah akibat ulah dari manusia.

“Alam diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai potensi dan keramahannya bagi manusia. Namun, akibat ketidakramahan manusia, maka mengakibatkan alam rusak. Salah satunya yang telah terjadi di desa Bayuran. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang sinergi, untuk mengelola daerah pesisir desa Bayuran. Diharapkan, selama pengawasan kegiatan ini, akan bisa diciptakan peraturan lingkungan tiap RT untuk menjaga kelestarian lingkungan desa Bayuran, sehingga setiap warga desa Bayuran memiliki kesadaran untuk menjaga dan melindungi daerahnya,” tutur Bapak Untung.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi rehabilitasi mangrove yang disampaikan oleh Dr. Rudhi Pribadi. Dalam materinya, Dr. Rudhi menyampaikan fungsi dan peranan mangrove dalam kehidupan masyarakat pesisir. Selain itu, dijelaskan juga bahwa mangrove memiliki berbagai macam fungsi yang tidak dapat digantikan oleh tumbuhan lain.

Mangrove jenis Bakau, Ketapang, Waru dan Brayo tumbuh baik di daerah Bayuran. Tanaman-tanaman tersebut memiliki banyak kemampuan, seperti akarnya yang dapat menyerap polutan, juga bagian tubuhnya yang lain yang dapat meminimalisir kelebihan kadar garam air laut, dan lain sebagainya.

Salah satu warga yang hadir menuturkan bahwa air sumur di desanya rasanya asin. Hal ini dikarenakan jarak antara sumur dengan pantai berdekatan. Kondisi ini diakibatkan karena hutan mangrove di sekitar desa Bayuran telah rusak. Padahal, hutan mangrove memiliki fungsi untuk melindungi air tanah agar tidak bercampur dengan air laut atau yang disebut dengan intrusi.

Dr. Rudhi menambahkan bahwa mangrove jenis Avicennia atau biasa disebut Brayo dapat dikonsumsi. Buah Brayo dapat dimakan langsung, setelah dimasak dengan campuran parutan kelapa.

Selain itu, mangrove jenis Rhizophora juga dapat dimanfaatkan batang dan akarnya menjadi pewarna batik. Lebih jauh, keberadaan hutan mangrove di sekitar pantai, juga dapat berpotensi sebagai destinasi wisata.

Usai materi tentang mangrove selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan pendataan keanekaragaman hayati dan potensi masyarakat desa yang dipandu oleh Sdr. M. Faisal R.

Dalam kesempatan ini, masyarakat yang hadir dibagi menjadi empat kelompok. Tiap kelompok membahas topik bahasan yang berbeda-beda untuk mendata, mulai dari sejarah desa, perkembangan desa, perubahan desa dari segi geografis, serta beberapa hal yang diharapkan oleh masyarakat kedepannya.

Acara yang berakhir pada pukul 12.00 WIB ini diakhiri dengan doa dan foto bersama. Setelah kegiatan ini selesai, agenda terdekat dalam program ini adalah rehabilitasi pesisir Desa Bayuran yang direncanakan akan dimulai dalam beberapa waktu mendatang dengan program penanaman mangrove jenis asosiasi. (SNH/RK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *