Pengelola Maroon MEP Studi Banding ke Clungup Mangrove Conservation Malang

Pengelola Maroon MEP Studi Banding ke Clungup Mangrove Conservation Malang

Malang – IKAMaT. Pada tanggal 9 – 10 Februari 2017, pengelola Maroon Mangrove Edu Park (Maroon MEP), yaitu CSR PT. Phapros, Yayasan IKAMaT dan Kelompok Mekar Tani Lindung (METAL) telah mengadakan studi banding ke Clungup Mangrove Concervation (CMC), Malang. Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan kompetensi METAL sebagai pengelola objek wisata Maroon MEP, juga bertujuan untuk memberikan referensi dan pembelajaran mengenai konsep-konsep pengelolaan ekowisata.

Dalam kegiatan ini, Yayasan IKAMaT diwakili oleh Cahyadi Adhe Kurniawan, Afriza Aziz, Rohmat Kuslarsono dan Ganis Riyan Efendi, yang merupakan tim dari program pengembangan Maroon MEP.

Hari pertama, keberangkatan dimulai pagi hari dari Semarang menuju Malang. Tiba di lokasi pada malam hari, rombongan langsung disambut oleh pengelola CMC. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab oleh Saptoyo (Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru) selaku pengelola CMC.

Diskusi diawali dengan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai ekowisata yang memiliki tiga warna pantai sehingga disebut CMC Tiga Warna ini, mulai dari sejarah, latar belakang dan proses pengembangannya, hingga saat ini.

CMC Tiga Warna terbilang sukses dalam mengelola ekowisatanya, terbukti dengan adanya sistem reservasi, apabila wisatawan ingin berkunjung. Jika kuota kunjungan dihari yang dipesan sudah penuh, maka reservasi akan ditutup dan dipersilahkan menentukan hari lainnya.

Usai paparan, dilanjutkan dengan tanya jawab. Pada sesi ini, Kelompok METAL sangat aktif bertanya untuk menggali informasi. Selain itu, METAL juga memberikan penjelasan mengenai pengelolaan Maroon MEP, selama ini.

“Saya pribadi sangat senang bisa mengikuti studi banding ke CMC, ini menjadi pengalaman penting bagi saya, utamanya bagi kelompok METAL, nantinya. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari kunjungan ini, ” ungkap Sukardi (Ketua Kelompok METAL).

Hari kedua, acara difokuskan pada kunjungan  ke lapangan. Tempat yang pertama dikunjungi adalah Rumah Apung. Rumah Apung ini merupakan salah satu tempat budi daya, baik ikan, udang, lobster maupun penyu.

Selanjutnya, kunjungan dilakukan ke CMC Tiga Warna. Wahana CMC Tiga Warna terdiri dari wisata mangrove dan wisata pantai. Semua tersedia dalam kawasan CMC ini, dan dari satu tempat ke tempat lainnya, pengunjung diwajibkan menempuhnya dengan berjalan kaki.

“Studi banding ini sangat membantu METAL untuk menambah wawasan terkait dengan pengelolaan eksowisata, khususnya wisata mangrove. Kedepan, beberapa konsep pengelolaan di CMC ini akan kami aplikasikan pada Maroon MEP untuk meningkatkan kualitas wisata mangrove yang telah berjalan selama ini,” ungkap Cahyadi Adhe Kurniawan (Ketua Program Pengembangan Maroon MEP).

Diah Istantri (Pembina CSR-PKBL PT. Phapros) menambahkan, “Kami telah melihat dan mempelajari beberapa konsep yang bisa diterapkan di Maroon MEP, dan ini sangat baik untuk pengembangan kedepan. Selanjutnya, kami akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pengelola Maroon MEP untuk membahas hasil studi banding kali ini.”

Harapan dari kunjungan ini nantinya dapat memberikan ilmu dan pengalaman yang dapat diaplikasikan dalam pengembangan wisata berbasis lingkungan, khususnya mangrove. (GRE).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *