MANGROVE TIME Episode #9 Bersama Seniman Budaya Semarang

MANGROVE TIME Episode #9 Bersama Seniman Budaya Semarang

Semarang – IKAMaT. Hari Sabtu, 20 Mei 2017, MANGROVE TIME digelar bersama para Seniman Budaya Kota Semarang. Tema seni budaya menjadi topik bahasan yang hangat, mengingat Semarang adalah kota dengan beragam seni dan budaya. Diskusi di edisi kali ini berlangsung sangat interaktif dan mendalam.

Ada tiga komunitas seni budaya yang hadir, yaitu: Komunitas Diajeng Semarang (Pelestari Kebaya), Komunitas Bawika (Misi Budaya Tari Tradisional), dan Gambang Semarang Art Company (Pelestari Kesenian Gambang Semarang). Ketiga komunitas ini memiliki profil yang sarat akan makna seni budaya. Tak heran, jika darah seni begitu melekat dalam kehidupan mereka. Pun begitu, mereka tidak menutup diri untuk peduli terhadap kondisi mangrove di pesisir Kota Semarang.

“Seniman dan atau budayawan memiliki kewajiban untuk ikut andil dalam upaya pelestarian kawasan pesisir, terutama ekosistem mangrove di Kota Semarang,” tutur Jeng Maya, selaku ketua Komunitas Diajeng Semarang yang rutin mengkampanyekan berkebaya dan berkain sebagai identitas wanita Jawa dalam kehidupan sehari-hari ini.

“Harapannya, semoga Kota Semarang menjadi kota yang selalu dirindukan, baik dari segi seni budayanya, maupun dari segi alamnya yang turut terjaga. Hok, ya!” tukas Bachtiar dari Gambang Semarang Art Company.

Restu dari Komunitas Bawika juga berpesan, “Earth without art, is only Eh. Save earth through your art!” (AA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *