MANGROVE TIME Episode #11: Bersama Pelajar SMA Semarang

MANGROVE TIME Episode #11: Bersama Pelajar SMA Semarang

Semarang – IKAMaT. Tepat pada hari Kamis, 20 Juli 2017 lalu, MANGROVE TIME telah digelar untuk yang terakhir kalinya. Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT. Phapros, Tbk. berperan menjadi pengajar di hadapan seluruh peserta MANGROVE TIME yang merupakan siswa perwakilan dari SMA N 5 Semarang, SMA N 6 Semarang, SMA N 7 Semarang, SMA Kesatrian 1 Semarang, SMA Islam Al Azhar 15 Semarang, dan SMK Penerbangan Semarang.

MANGROVE TIME yang digagas oleh Yayasan IKAMaT bersama dengan CSR PT. Phapros ini, merupakan edisi terakhir dan dikemas dalam bentuk Phapros Mengajar dengan tema Konservasi Sumber Daya Alam yang fokus pada konservasi mangrove dalam rangka HUT PT. Phapros, Tbk. ke-63 tahun.

Para peserta sangat aktif mengikuti kegiatan tersebut. Disamping mendapat pencerahan kesadaran akan lingkungan, mereka juga sangat antusias sekali ketika kegiatan penanaman mangrove dan tebar ikan nila di kawasan Maroon Mangrove Edu Park.

“Saya sangat beruntung sekali, Mas. Pengalaman main ke sini, menanam mangrove, dan bertemu orang-orang semua disini memicu saya untuk turut serta ambil kontribusi dalam menjaga alam dan lingkungan,” tukas Dimas Inka, siswa dari SMA Kesatrian 1.

Acara ini juga dimeriahkan dengan Lomba Cerdas Cermat Mangrove. Para peserta diuji wawasan mangrove-nya dengan 30 pertanyaan seputar lingkungan mangrove dan pesisir Indonesia. Pada akhir lomba, SMA Islam Al Azhar 15 Semarang berhasil meraih gelar sebagai pemenang.

Ganis Ryan Efendi selaku Direktur Teknologi Informasi Yayasan IKAMaT menambahkan bahwa kegiatan pembelajaran mangrove ini rutin diselenggarakan dengan mengundang pelajar dan berbagai komunitas.

“Pelajar mulai SD sampai SMA, kemudian berbagai komunitas berbeda kami undang tiap bulan. Fokusnya di pembelajaran tetap soal mangrove karena harus terus dikampanyekan,” katanya.

Dalam pemaparannya, Barokah Sri Utami selaku Direktur Utama PT. Phapros, Tbk. menyampaikan harapannya kepada generasi muda Indonesia yang ada. Setiap orang merupakan agen yang memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan virus kebaikan pada lingkungan sekitar terutama dalam hal menjaga alam dan lingkungan hidup. Beliau menyadari bahwa semakin berjalannya waktu, semakin kelestarian alam harus dijaga keseimbangannya.

“Saya berharap, para siswa yang hadir hari ini dapat menjadi pionir bagi siswa-siswa lainnya dan mereka akan terus kami libatkan dalam kegiatan CSR kami kedepannya. Saya berharap, generasi muda Indonesia mulai sadar bahwa yang muda harus turut menjaga kelestarian alam, demi kelayakan lingkungan bagi generasi berikutnya dan menyadari hal tersebut harus dimulai sedini mungkin,” pungkasnya. (AA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *