IKAMaT Trainer Pelatihan Mangrove PT. Freeport Indonesia, Papua

IKAMaT Trainer Pelatihan Mangrove PT. Freeport Indonesia, Papua

Timika – IKAMaT. Pada tanggal 19 – 22 September 2017, IKAMaT berbagi pengetahuan dan informasi terbaru tentang mangrove, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Aditya Sukma Bahari selaku Manajer Program Mangrove IKAMaT. Dalam kesempatan ini, IKAMaT juga bekerja sama dengan Mangrove Map yang diwakili oleh Bagus Rahmattullah D. A. selaku CEO dan Yuko Riswandha.

Tim IKAMaT dan Mangrove Map sebagai trainer pelatihan mangrove, memberikan pelatihan tentang Metode Monitoring Ekosistem Mangrove, yaitu Persen Tutupan Mangrove (Hemispherical Photography) dan Monitoring Ekosistem Mangrove Menggunakan Drone kepada Tim Departemen Lingkungan PT. Freeport Indonesia. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari di Timika, Papua.

“Pengenalan tentang metode, pengenalan alat serta pengaplikasian metode di lapangan juga dilakukan. Setiap tahapan dalam metode monitoring mangrove, juga kami berikan dalam pelatihan ini,” jelas Aditya.

Pelatihan di lapangan dilakukan agar peserta pelatihan lebih mengerti tentang detail metode monitoringnya.

“Diharapkan, setelah pelatihan ini, setiap peserta pelatihan dapat menggunakan metodenya guna membantu memonitoring mangrove di wilayah kerja PT. Freeport Indonesia di Timika,” terang Aditya lebih lanjut.

Metode Hemispherical Photography dan Penggunaan Drone dalam Monitoring Ekosistem Mangrove memang merupakan hal baru dalam dunia per- mangrove-an.

“Hal inilah yang harus kita bagikan kepada seluruh stakeholder yang memang fokus dalam konservasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove, baik itu pemerintahan, swasta, serta akademisi,” jelas Aditya.

Selain memberikan pelatihan, Tim IKAMaT dan Mangrove Map juga banyak belajar tentang ekosistem mangrove dan kondisi sosial ekonomi di Timika.

“Spesies mangrove endemik, keberagaman suku, kondisi ekosistem mangrove, dan berbagai biota mangrove di Timika, merupakan sebagian kecil ilmu yang didapatkan tim kami, sepulang dari Timika,” ujar Bagus.

“Terima kasih kepada Yayasan IKAMaT yang bersedia berbagi ilmu bersama tim kami sehingga kami mendapatkan ilmu baru dalam hal metode monitoring mangrove. Semoga, kedepannya ada kesempatan untuk berbagi ilmu kembali diantara kita,” kata Amiruddin, selaku Acting Superintendent Coastal and Marine Monitoring, Environmental Department, PT. Freeport Indonesia.

“Dengan suasana yang begitu akrab dan keramahan dalam bertukar ilmu dan informasi, inilah hal yang sangat dirindukan Rekan-rekan kami dari Departemen Lingkungan, khususnya seksi Low Land Monitoring PT. Freeport Indonesia,” kata Aditya. “Semoga di lain waktu, kami bisa berbagi ilmu kembali mengenai monitoring mangrove yang lebih up to date demi kelestarian mangrove di Indonesia,” pungkasnya. (ASB/ADM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *