IKAMaT dan KKMD Jateng Lakukan Monitoring dan Evaluasi Mangrove di Pemalang dan Brebes

Pemalang – IKAMaT. Program rehabilitasi mangrove di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) hingga kini masih terus dilakukan. Meskipun laju intervensi, baik dari alam maupun manusia menyebabkan perkembangannya semakin terbatas, namun hal ini tidak membuat program rehabilitasi mangrove lantas berjalan tersendat, melainkan mengalami banyak penyesuaian sehingga kegiatan monitoring dan evaluasi masih sangat perlu dilaksanakan secara optimal.

Diskusi konsep pembangunan bedeng persemaian mangrove.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka IKAMaT dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Jateng telah melakukan kegiatan koordinasi, monitoring dan evaluasi mangrove di Kabupaten Pemalang dan Brebes (2/11/21). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat KKMD Provinsi Jateng di Kantor BPDAS Pemali Jratun. (13/10/21).

Perjalanan menuju ke Desa Mojo.

Kegiatan diawali dengan keberangkatan di pagi hari, dari Semarang menuju Kabupaten Pemalang, tepatnya di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami. Sesampai di lokasi, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu menuju ke kawasan mangrove yang dituju. Sebagai informasi, kawasan mangrove di Desa Mojo, telah diusulkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Selama kurang lebih 30 menit perjalanan, rombongan disuguhkan dengan pemandangan tegakan mangrove yang berada di bibir sungai, mulai dari mangrove mayor, minor hingga asosiasi.

Setelah selesai mengunjungi lokasi KEE, menjelang siang dilanjutkan dengan isama dan perjalanan menuju Kabupaten Brebes, tepatnya di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari.

Suasana monitoring di Desa Mojo.

Serupa dengan di Desa Mojo, sesampai di Desa Sawojajar, untuk menuju ke lokasi yang dituju, yaitu Wisata Pulau Cemara, perjalanan harus dilanjutkan dengan menggunakan perahu selama kurang lebih 20 menit.

Sebagai informasi, di Pulau Cemara, saat ini sedang berjalan program pembuatan bedeng pembibitan mangrove. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memberikan saran, masukan dan evaluasi terkait dengan teknik pembibitan, jenis bibit mangrove yang akan dikembangkan, serta hal teknis lainnya yang mendukung upaya kegiatan kepada kelompok pengelola wisata di Pulau Cemara.

Acara dilanjutkan dengan penanaman mangrove asosiasi, yaitu Cemara Laut. Penanaman ini dilakukan di sekitar pintu masuk Wisata Pulau Cemara yang bertujuan untuk membuat kawasan wisata menjadi lebih hijau, sejuk dan teduh.

Dirut IKAMaT selepas melakukan aksi penanaman Cemara Laut.

“Saya berharap, perkembangan wisata mangrove di Kabupaten Brebes, selalu dapat beriringan dengan kegiatan rehabilitasi mangrove, untuk meningkatkan daya dukung lingkungan yang optimal,” harap Ganis R. Efendi, selaku Dirut IKAMaT. “Hal ini akan dapat membuat masyarakat yang berkunjung mendapatkan kesan wisata ekologi mangrove yang komprehensif,” lanjutnya.

Acara yang berakhir pada pukul 17.30 WIB ini, diakhiri dengan doa dan foto bersama, yang dilanjutkan dengan perjalanan pulang kembali ke Semarang. (ADM/GRE/RP/AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published.