IKAMaT Dampingi PT Indonesia Power Adipala Tanam Mangrove di Pesisir Sungai Tipar, Cilacap

Cilacap – IKAMaT. Tim IKAMaT yang diwakili Ganis Riyan Efendi (Direktur Utama) dan Ghifar Naufal Aslam (Koordinator Lapangan) bersama dengan tim dari PT Indonesia Power (IP) Adipala telah melakukan kegiatan survei lokasi dengan tujuan untuk menentukan lokasi penanaman mangrove yang nantinya akan dikelola oleh kelompok masyarakat setempat.

Tanam mangrove di Sungai Tipar.

Pelaksanaan survei pertama ini diawali dengan pertemuan antara IKAMaT dengan direksi IP Adipala untuk perkenalan antar lembaga dan penyamaan persepsi terkait Program Rehabilitasi dan Penanaman Bibit Mangrove di Pesisir Desa Adipala, Cilacap, Jawa Tengah (PRPBM).

Survei lokasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan survei lapangan. Survei yang dilaksanakan bersama dengan para karyawan IP Adipala ini, menghasilkan rekomendasi jenis mangrove R. mucronata yang dipilih sebagai bibit mangrove yang akan ditanam dalam tahap penanaman PRPBM.

Selain melihat secara langsung kondisi lapangan, tim juga berdiskusi mengenai konsep kegiatan penanaman yang akan dilaksanakan. Hasil dari survei awal ini menetapkan keputusan adanya pelaksanaan survei lanjutan, karena melihat beberapa lokasi yang masih belum sesuai untuk ditanami mangrove.

Mangrove jenis Bakau yang ditemukan di lokasi penanaman.

Survei kedepannya juga akan mengajak kelompok tani mangrove di sekitar tapak, untuk menentukan lokasi penanaman yang tepat, yang sesuai antara substrat dan jenis mangrovenya, juga budaya masyarakat lokal setempat.

Persiapan Survei Lanjutan
IKAMaT yang diwakili Ghifar Naufal Aslam kembali melaksanakan kegiatan survei lanjutan untuk menentukan lokasi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Adipala. Kali ini, IKAMaT didampingi oleh Kelompok Tani Mangrove (KTM) Kampung Laut, Cilacap.

Briefing sebelum penanaman mangrove.

Survei dilaksanakan selama satu hari, dimulai dari pagi hingga siang hari. Terdapat beberapa titik yang direkomendasikan oleh KTM untuk kegiatan penanaman mangrove. Salah satunya di pesisir Desa Karangbenda, tepatnya di tepi Kali (Sungai) Tipar.

Lokasi tersebut sesuai dengan mangrove jenis R. mucronata yang telah ditentukan sebelumnya, karena memiliki substrat pasir berlumpur. Di sekitar lokasi juga dominan ditemui mangrove jenis ini. Untuk itulah, lokasi penanaman mangrove akhirnya ditetapkan di titik ini, setelah melalui berbagai pertimbangan yang telah didiskusikan dan disepakati bersama antara IKAMaT, KTM dan IP Adipala.

Melubangi titik penanaman bibit mangrove.

Pelaporan Survei
Setelah dilaksanakannya survei lapangan untuk kegiatan penanaman mangrove sebanyak dua kali, IKAMaT melaporkan hasilnya kepada IP Adipala.

Pelaporan ini penting dilakukan untuk koordinasi lanjutan perihal konsep penanaman, perizinan, pemasangan spanduk penanaman, distribusi bibit dan hal teknis lainnya dalam kegiatan penanaman mangrove yang akan dilakukan di tepi Kali Tipar, Desa Karangbenda, Cilacap.

Penanaman Mangrove
Kegiatan penanaman mangrove jenis R. mucronata sukses dilaksanakan di Desa Karangbenda, yang dibuka dengan seremonial penanaman berupa ramah tamah, briefing dan sambutan oleh General Manager (GM) IP Adipala yang diikuti dengan aksi penanaman mangrove oleh para peserta.

Direktur Utama IKAMaT ikut menanam mangrove.

Acara yang dimulai dari pukul 08.30 – 11.00 WIB ini, dihadiri oleh IKAMaT, jajaran direksi IP Adipala, perangkat Desa Karangbenda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupatan Cilacap dan KTM setempat.

Walaupun dilaksanakan secara terbatas, namun kegiatan ini berhasil menanam mangrove jenis Bakau di tepi Kali Tipar, dengan tujuan untuk penghijauan dan pemulihan di kawasan pesisir yang terdampak abrasi.

Penancapan ajir bambu.

Penanaman mangrove menggunakan bibit hasil persemaian dengan minimal satu pasang daun untuk mengoptimalkan persentasi kelulushidupannya pasca penanaman. Bibit tersebut didistribusikan ke lokasi penanaman dengan cara dibawa langsung oleh para peserta penanaman.

Teknis penanamannya dengan cara mengikatkan bibit Bakau ke ajir bambu dengan tali rafia, kemudian menanam sepertiga bagian bibit ke dalam tanah. Tanah digali dengan bantuan pacul.

Kegiatan penanaman mangrove dalam PRPBM ini selaras dengan program perusahaan Hijaunesia Power sebagai upaya untuk menunjang pencapaian proper. Slamet Suwardi, selaku GM IP Adipala mengatakan bahwa program ini difokuskan pada penanaman kembali, pemulihan lahan dan konservasi keanekaragaman hayati mangrove.

Proses distribusi bibit mangrove.

PRPBM juga sebagai wujud komitmen IP Adipala sebagai perusahaan energi yang bersahabat dan peduli dengan kelestarian lingkungan, terutama ekosistem mangrove dan pesisirnya.

Setelah tahap penanaman mangrove sukses dilaksanakan, akan dilakukan tahap penyulaman untuk melihat kondisi bibit mangrove pasca penanaman dan menjaga persentase kelulushidupannya agar dapat tumbuh dengan optimal.

Bibit mangrove R. mucronata yang ditanam pada tahap penanaman ini, digunakan untuk penghijauan dan keseimbangan ekosistem di kawasan pesisir Desa Karangbenda, terutama dalam mendukung jenis mangrove Nipah, sebagai bahan baku gula Nipah pada program lanjutan PRPBM.

Spanduk PRPBM.

Pemantauan dan Penyulaman Mangrove
Kegiatan Pemantauan dan Penyulaman Mangrove kembali dilakukan di Desa Karangbenda yang merupakan bentuk linier dari kegiatan sebelumnya, yaitu penanaman mangrove yang dilakukan oleh IP Adipala. Acara dibuka dengan ramah tamah antara IKAMaT, IP Adipala dan KTM Kampung Kali, kemudian dilanjutkan dengan acara penyulaman mangrove.

Monitoring bibit mangrove.

Penyulaman bibit mangrove dilaksanakan di tepi Kali Tipar dengan cara mengganti bibit mangrove yang tidak tumbuh pada saat penanaman, kemudian diganti dengan yang baru. Bibit mangrove yang disulam adalah jenis Bakau. Dengan telah selesainya program penyulaman, maka keseluruhan program PRPBM di Kali Tipar telah terpenuhi dan terlaksana dengan baik.

Hasil pengamatan secara visual di lapangan, memperlihatkan bahwa persentase kelulushidupan bibit mangrove jenis Bakau sekitar 70%.

Kelulushidupan bibit mangrove.

Lokasi penanaman juga terlihat sampah sehingga konsep pemantauan secara berkala harus selalu dilakukan untuk mengoptimalkan kelulushidupan bibit mangrove, karena sampah dapat menutupi akar sebagai alat pernapasan bibit sehingga akan dapat mengganggu pertumbuhannya.

Keseluruhan kegiatan yang dimulai di akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 ini, terlaksana dengan baik, sukses dan lancar yang menghasilkan beberapa rekomendasi terkait pelaksanaan program rehabilitasi mangrove lanjutan, di periode berikutnya. (ADM/GRE/GNA/AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published.