IKAMaT Pembicara dan Trainer Program Peningkatan Tanggap Darurat dan Pemulihan Bencana Lingkungan Yayasan BINTARI di Pekalongan

Pekalongan – IKAMaT. IKAMaT yang diwakili oleh Gagas Tri Pamungkas (Manajer Lapangan) dan Ghifar Naufal Aslam (IKAMaT) menjadi pembicara dan trainer di kegiatan Yayasan BINTARI (BINTARI), sebuah yayasan lingkungan yang berpusat di Semarang. BINTARI bersama FoE Jepang berupaya untuk melakukan restorasi ekosistem mangrove dan pesisir di Wonokerto, Pekalongan. Program Peningkatan Tanggap Darurat dan Pemulihan Bencana Lingkungan (TANGGUH) 2022 ini juga mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. (27-28/7/2022).

IKAMaT pembicara Program TANGGUH 2022 di Pekalongan.

Hari pertama, acara yang dihadiri oleh kurang lebih 20-an anggota kelompok tani warga pesisir di Wonokerto ini, dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang diawali dengan pembukaan oleh Edi Waluyo (BINTARI). Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Program TANGGUH 2022 oleh M. Nurhadi (BINTARI) dan arahan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup dan Bappeda Litbang, Pekalongan.

Ismail Assahid (Bappeda Litbang) mengatakan bahwa permasalahan umum yang terjadi di pesisir Pekalongan adalah penurunan tanah, yang juga melanda hampir di seluruh Pantai Utara Jawa.

“Jika kita menghentikan pengeboran sumur artesis, biaya air baku akan sangat mahal. Maka dari itu, perlu adanya dana atau investasi untuk membangun infrastruktur penyedia air baku, contohnya bendungan,” jelas Ismail lebih lanjut.

Setelah ISAMA, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Pelatihan Konservasi Mangrove oleh Gagas dan Pelatihan Konstruksi Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR) oleh Edi, yang kemudian ditutup dengan foto bersama.

“Yang terpenting dari pembibitan mangrove, yaitu adanya ketersediaan lahan yang datar, agar aksesnya lebih mudah,” terang Gagas. “Bibit mangrove juga harus memiliki naungan yang cukup, agar dapat terlindungi dari sinar matahari secara langsung,” lanjutnya.

Edi menambahkan bahwa PEGAR memiliki fungsi hampir sama dengan Hybrid Engineering. Perbedaannya terletak dari bentuk struktur dan komponen bangunannya, yang ditambah dengan geobag.

Suasana diskusi teknik pembibitan mangrove.

“Hal ini, membuat sedimen akan tertahan di belakang PEGAR sehingga akan lebih banyak area yang bisa terlindung dari energi gelombang dan ombak,” lanjut Edi.

Selesai pemaparan dari para pembicara, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan para peserta yang hadir. Acara yang diakhiri pada pukul 15.30 WIB ini, ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator dan doa.

Sosialiasi Teknik Pembibitan Mangrove
Hari kedua, aktivitas dilakukan di lapangan, dengan bentuk kegiatan berupa sosialisasi mengenai teknik pembibitan mangrove yang disampaikan oleh Ghifar di Pantai Wonokerto.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini, diisi dengan pemaparan materi mengenai cara praktik pembibitan mangrove secara langsung di lapangan, sekaligus mengimplementasikan materi teknik pembibitan mangrove yang telah diberikan, pada saat sosialisasi di ruangan.

Praktik pembibitan mangrove di lapangan.

“Saya menginformasikan mengenai teknik pembibitan mangrove dari jenis Rhizophora mucronata, yang saya lihat dominan hidup di sini,” kata Ghifar. “Beberapa kelompok tani mangrove di sini sudah mampu melakukan pembibitan mangrove secara mandiri. Jadi, saya hanya menambahkan beberapa hal yang belum dimengerti oleh mereka, sekaligus menyampaikan teknik pembibitan di lokasi lainnya, dimana IKAMaT dan KeSEMaT sering mempraktikkannya sehingga dapat menambah literasi dan pengetahuan baru bagi mereka,” jelasnya lebih lanjut.

Ghifar juga mangatakan bahwa hasil dari pembibitan mangrove tak hanya dapat dijual sebagai pasokan bibit bagi proyek-proyek penanaman mangrove pemerintah dan swasta, namun juga dapat dipanen buahnya untuk diolah menjadi aneka produk olahan mangrove bukan kayu, seperti jajanan, kopi dan batik mangrove, yang sukses dilakukan oleh warga binaan KeSEMaT di Semarang.

Dengan berakhirnya acara di hari kedua, maka berakhir pula kegiatan sosialisasi mengenai teknik pembibitan mangrove. Acara yang berakhir pada pukul 12.00 WIB ini, diakhiri dengan penutupan, makan siang dan foto bersama. (ADM/GTP/AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published.