Kenalkan Pengertian, Manfaat, dan Pelestarian Mangrove, IKAMaT Pemateri Science & English Week di Bina Bangsa School, Semarang

Semarang – IKAMaT. IKAMaT kembali diundang menjadi pemateri dalam rangka edukasi mengenai ekosistem mangrove dan manfaatnya, hal ini bertepatan dengan Science & English Week 2026 di Bina Bangsa School (BBS), Semarang. Science & English Week kali ini, BBS berfokus pada pengenalan pengetahuan mengenai bencana pesisir dan ekosistem mangrove sebagai salah satu cara efektif penanggulangan bencana pesisir. (20/1/2026).

Kenalkan Pengertian, Manfaat, dan Pelestarian Mangrove, IKAMaT Pemateri Science & English Week di Bina Bangsa School, Semarang

Pembukaan oleh pemateri berkaitan dengan edukasi mangrove pada Science & English Week 2026.

Science & English Week merupakan agenda tahunan BBS, Semarang yang dirancang untuk merayakan pembelajaran sains dan bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti kuis sains, percobaan sederhana, serta pameran edukatif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa ingin tahu, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan.

Edukasi mangrove ini menjadi bagian dari rangkaian Science & English Week 2026. Setelah sesi pembelajaran dan edukasi di sekolah, kegiatan akan dilanjutkan dengan penanaman dan pemantauan mangrove secara langsung di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng).

Suasana pada saat penyampaian edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove.

Suasana pada saat penyampaian edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 200 siswa kelas 1 hingga 6 Primary School BBS, Semarang. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar ekosistem mangrove, fungsi dan manfaatnya, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk turut melestarikannya.

IKAMaT diwakili oleh Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media).

Dalam pemaparannya, Paspha menjelaskan bahwa mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di wilayah pesisir dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ekosistem ini memiliki beragam fungsi penting yang mencakup aspek fisik, ekologis, dan ekonomis.

Antusiasme siswa-siswi dalam mendengarkan edukasi mangrove yang disampaikan.

Antusiasme siswa-siswi dalam mendengarkan edukasi mangrove yang disampaikan.

“Mangrove merupakan tumbuhan yang hidup di wilayah pesisir serta dipengaruhi oleh pasang surut air laut dalam hidupnya,” jelas Paspha. “Ekosistem mangrove memiliki banyak fungsi, tiga fungsi utamanya adalah fungsi fisik, yaitu mangrove sebagai tumbuhan pelindung yang melindungi wilayah pesisir dari gelombang, ombak, dan badai. Kemudian, terdapat fungsi ekologis, di mana ekosistem mangrove sebagai tempat hidup, mencari makan, dan berkembang biak berbagai fauna yang ada. Serta yang terakhir adalah fungsi ekonomis di mana mangrove dimanfaatkan buahnya menjadi produk olahan yang bernilai dan pemanfaatan ekosistem mangrove menjadi ekowisata serta pemanfaatan turunan berupa meningkatnya hasil perikanan apabila ekosistem mangrovenya baik dan sehat,” jelasnya lebih lanjut.

Kegiatan edukasi berlangsung dengan semarak. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui keaktifan bertanya, menjawab, serta mengikuti setiap sesi edukasi dengan penuh semangat.

Penyerahan kenang-kenangan oleh pihak BBS, Semarang.

Penyerahan kenang-kenangan oleh pihak BBS, Semarang.

Acara keseluruhan berjalan dengan lancar, kemudian dilanjutkan dengan penutupan dan penyerahan kenang-kenangan dari pihak BBS, Semarang pada pukul 09.30 WIB.

Edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove kepada generasi muda menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian mangrove di masa depan. Melalui kegiatan seperti Science & English Week ini, diharapkan tumbuh kesadaran sejak dini akan peran mangrove sebagai pelindung pesisir, habitat keanekaragaman hayati, serta sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat.

IKAMaT terus berkomitmen untuk menghadirkan edukasi lingkungan yang interaktif dan aplikatif sebagai upaya mencetak generasi peduli lingkungan yang mampu berkontribusi nyata dalam pelestarian ekosistem pesisir Indonesia. (ADM/ARH/AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *