Jejak emisi karbon, juga dikenal sebagai jejak karbon, merujuk pada jumlah gas rumah kaca yang dikeluarkan ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia atau entitas lain. Gas-gas rumah kaca ini termasuk karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrogen oksida (N2O), yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global dengan menjebak panas di atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Kami menawarkan skema dalam upaya penghapusan jejak emisi karbon di bumi dengan mangrove, yaitu Tebus Karbon, Adopsi Mangove dan Tanam Pantau, yang masing-masing memiliki konsep yang berbeda.
Dengan potensi simpanan karbon sebesar 2.093.001 tCO2e, saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan program rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 ha. Hal ini, mengingat dari total luasan hutan mangrove Indonesia 2.515.943,31 ha, hanya 31,34% dalam kondisi baik, 15,64% sedang dan 13,92% rusak. Mangrove Tag sebagai salah satu unit bisnis IKAMaT hadir menawarkan solusi atas permasalahan tersebut dengan tiga skema di bawah ini: