Semarang – IKAMaT. Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan industri kreatif melalui literasi dan edukasi mangrove di Indonesia, KeSEMaT bersama IKAMaT terus mengembangkan media edukasi dan kampanye kreatif, salah satunya berupa cerita mangrove Mat Kesem. Cerita mangrove ini dikembangkan sebagai sarana untuk menyampaikan edukasi, kampanye, serta pesan-pesan konservasi mangrove melalui pendekatan yang ringan, menyenangkan, kreatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda Indonesia. (17/9/2025).

Foto bersama setelah diskusi berlangsung.
Mat Kesem sebagai Media Edukasi Mangrove
Cerita mangrove ini diciptakan oleh Aris Priyono, Pendiri KeSEMaT yang bertajuk Mat Kesem. Mat Kesem menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dipadukan dengan lanskap alam, khususnya mangrove, sebagai bagian dari napas cerita. Nama Mat Kesem diambil dari pengulangan tiga kali kata KeSEMaT, sebagai simbol identitas organisasi sekaligus representasi semangat pelestarian mangrove.
Pengembangan Mat Kesem bersama Mahasiswi UNS
Dalam semangat pengembangan cerita tersebut, seorang mahasiswi Magister Seni Rupa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS), yaitu Devena, kemudian mengunjungi IKAMaT dan KeSEMaT dalam rangka menjalin kolaborasi untuk mengembangkan model baru penyajian gambar.
Potensi kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan model baru dalam penyajian gambar cerita mangrove melalui pendekatan seni dan visual yang dapat memperkuat penyampaian pesan edukasi dan konservasi mangrove.
Kemudian, dalam kunjungan tersebut, IKAMaT dan KeSEMaT menyambut baik niat untuk menjalin kolaborasi dalam pengembangan model baru penyajian gambar cerita mangrove dari Mat Kesem yang akan dilaksanakan bersama.
Kunjungan tersebut diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan kedatangan Devena kepada IKAMaT dan KeSEMaT. Dalam kesempatan tersebut, Devena menjelaskan rencana kolaborasi yang ingin dikembangkan bersama, khususnya dalam pengembangan model baru penyajian gambar cerita mangrove Mat Kesem.
“Terima kasih saya ucapkan kepada IKAMaT dan KeSEMaT yang telah menyambut saya dalam rencana kolaborasi pengembangan model baru penyajian gambar cerita mangrove Mat Kesem. Pengembangan ini juga merupakan bagian dari proyek akademik saya dalam menjalankan studi di Magister Seni Rupa UNS,” kata Devena. “Harapannya, melalui potensi kolaborasi ini kita dapat bersama-sama mengampanyekan tentang pentingnya mangrove melalui media yang ringan dan mudah diterima oleh berbagai generasi, khususnya generasi muda,” tambahnya.
Kemudian, IKAMaT dan KeSEMaT yang diwakili oleh Aris Priyono (Direktur Teknologi dan Informasi), Bagus R. D. Angga (Direktur Program), Paspha G. M. Putra (Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Dimas S. Widianto (KeSEMaT), dan Senri A. (KeSEMaT) menjelaskan mengenai berbagai bentuk pengembangan industri kreatif yang dilakukan oleh IKAMaT dan KeSEMaT.

Proses penyampaian maksud dan tujuan serta diskusi.
Cerita dan Identitas Mat Kesem
Pengembangan industri kreatif tersebut menjadi salah satu pendekatan dalam memperkenalkan ekosistem mangrove melalui berbagai bentuk karya dan media yang dapat dikemas secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Secara khusus, Aris sebagai pencipta cerita mangrove Mat Kesem kemudian menjelaskan sejarah dan latar belakang dibuatnya cerita tersebut. Mat Kesem dikembangkan sebagai media cerita yang menghadirkan berbagai kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dengan ekosistem mangrove sebagai salah satu bagian penting dalam cerita. Melalui pendekatan tersebut, pesan mengenai mangrove tidak hanya disampaikan dalam bentuk informasi konservasi, tetapi juga melalui cerita yang lebih ringan dan mudah diterima oleh masyarakat.
Penjelasan tersebut kemudian menjadi dasar dalam pembahasan bersama mengenai potensi pengembangan model baru penyajian gambar cerita Mat Kesem. Melalui potensi kolaborasi dengan Devena, pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan pendekatan visual yang lebih menarik tanpa menghilangkan karakter, pesan, dan identitas yang telah dibangun dalam cerita.
Potensi Kolaborasi untuk Pengembangan Mat Kesem
Potensi kolaborasi antara IKAMaT, KeSEMaT, dan Devena dalam pengembangan gambar cerita Mat Kesem menjadi salah satu langkah untuk memperluas bentuk penyampaian edukasi dan kampanye mengenai ekosistem mangrove. Penggabungan antara cerita mangrove dengan pendekatan seni dan visual diharapkan dapat menghadirkan media edukasi yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah diterima oleh masyarakat.
Mat Kesem sebagai Media Kampanye Mangrove
Melalui pengembangan model penyajian tersebut, Mat Kesem diharapkan tidak hanya menjadi sebuah cerita, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenalkan ekosistem mangrove, berbagai kehidupan yang ada di dalamnya, serta pentingnya menjaga kelestariannya. Pendekatan kreatif melalui cerita dan visual juga diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal mangrove dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
IKAMaT dan KeSEMaT akan terus mendorong pengembangan industri kreatif mangrove melalui berbagai bentuk edukasi, literasi, dan kampanye yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, pengembangan diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menghadirkan pesan konservasi sekaligus membangun kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove.
Kegiatan kunjungan dan diskusi mengenai potensi kolaborasi ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan kegiatan foto bersama. (ADM/ARH/AP).