IKAMaT Hadiri Undangan Workshop Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir Melalui Pendekatan Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR) di Bogor

Bogor – IKAMaT. IKAMaT kembali menghadiri undangan workshop, kali ini berkaitan dengan pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir. Pemulihan dan perlindungan tersebut menggunakan metode yang disebut Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR). Kegiatan workshop ini diselenggarakan oleh Wetlands Internasional Indonesia atau yang juga dikenal sebagai Yayasan Lahan Basah (YLBA). (30/6/2026).

IKAMaT Hadiri Undangan Workshop Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir Melalui Pendekatan Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR) di Bogor

Proses penyampaian materi workshop.

Workshop ini merupakan upaya pemulihan mangrove yang efektif dan berkelanjutan dan memberikan pemahaman kepada para peserta bahwa metode EMR merupakan metode yang dilaksanakan guna menciptakan habitat yang sesuai sehingga mangrove dapat tumbuh dan berkembang secara alami.

Selain itu, para peserta diajak melihat berbagai pengalaman dan pembelajaran dari penerapan metode EMR, termasuk manfaat yang dirasakan masyarakat di setiap sesi yang ada.

Apa itu Ecological Mangrove Rehabilitation?

Sebagai informasi, EMR merupakan pendekatan rehabilitasi yang berupaya memulihkan kondisi lingkungan agar mangrove dapat tumbuh dan beregenerasi dengan memanfaatkan proses alami.

Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa mangrove memiliki kemampuan untuk memulihkan dirinya apabila hambatan ekologis pada suatu lokasi dapat dikenali dan diperbaiki.

Dalam workshop ini, IKAMaT diwakili oleh Bagus R. D. Angga (Direktur Program) dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media). Workshop ini ini dilaksanakan di Royal Hotel, Bogor, serta turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan lembaga pemerintah, akademisi, pihak swasta, kelompok masyarakat, hingga Non-Governmental Organization (NGO).

Kegiatan dibuka dengan sambutan dan pembukaan dari perwakilan Wetlands Internasional Indonesia dan Kasubdit Rehabilitasi Hutan Mangrove, Direktorat Rehabilitasi Mangrove.

Sinergi Kebijakan dan Riset untuk Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Setelah sambutan, kegiatan workshop dilanjutkan dengan kegiatan sesi panel 1 berupa penyampaian materi berkaitan dengan Sinergi Kebijakan dan Riset untuk Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir yang disampaikan oleh Giri Suryanta (Direktorat Rehabilitasi Mangrove) dan Suyadi (BRIN).

IKAMaT menghadiri workshop Ecological Mangrove Rehabilitation untuk pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir di Bogor 2

Penyampaian sinergi kebijakan dengan pelaksanaan upaya pemulihan ekosistem pesisir.

Disampaikan mengenai berbagai kebijakan yang mendukung upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem mangrove dan berbagai riset yang mendukung upaya tersebut.

Pendekatan Metode Ecological Mangrove Rehabilitation

Kemudian, workshop dilanjutkan dengan sesi panel 2 dengan tajuk Pendekatan Metode EMR untu Pemulihan dan Perlindungan Ekosistem Pesisir oleh Aji Nuralam (Wetlands Internasional Indonesia), Nikki Astrida (Yayasan Konservasi Alam Nusantara), dan Yusran Nurdin (Yayasan Hutan Biru).

Dalam sesi ini, dibahas mengenai metode pendekatan EMR yang dilakukan dengan memperbaiki kondisi alami suatu lokasi, dalam rangka mendukung upaya regenerasi secara alami ekosistem mangrove dan cerita sukses keberhasilan dalam pemulihan ekosistem pesisir di berbagai daerah di Indonesia.

IKAMaT menghadiri workshop Ecological Mangrove Rehabilitation untuk pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir di Bogor

Keberhasilan pendekatan EMR di berbagai daerah di Indonesia.

“Pendekatan metode EMR ini adalah upaya meningkatkan keberhasilan dari proses pemulihan ekosistem mangrove dengan memperhatikan proses regenerasi alami,” jelas Aji. “Melalui pembentukan atau perbaikan kondisi dan topografi kondisi lingkungan, metode ini akan menciptakan habitat yang sesuai dengan pertumbuhan secara alami untuk mangrove dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan penanaman secara langsung,” tambahnya.

Cerita dari Lapangan Mengenai Metode Ecological Mangrove Rehabilitation

Kemudian, workshop dilanjutkan dengan sesi talkshow yang bertajuk Cerita dari Lapangan yang memberikan pengalaman dari setiap pihak, terkhusus kelompok masyarakat yang melaksanakan kegiatan di lapangan secara langsung.

IKAMaT menghadiri workshop Ecological Mangrove Rehabilitation untuk pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir di Bogor 4

Cerita dari lapangan setiap komunitas pesisir di Indonesia.

Talkshow disampaikan oleh perwakilan dari PT Global Eco Rescue, Kelompok Onggojoyo Jaya, LPHD Teluk Pambang, Women’s Field School, dan Komunitas Sapat, Inhil Riau.

Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini berjalan dengan lancar sebagai upaya dalam mendukung upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem mangrove secara efektif dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang berfokus pada pelestarian mangrove dan pemberdayaan masyarakat pesisir, IKAMaT memandang pendekatan EMR sebagai salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas program rehabilitasi mangrove.

Seperti yang telah dilaksanakan IKAMaT, pemulihan ekosistem tidak cukup hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga perlu mempertimbangkan kesesuaian habitat, konektivitas pasang surut, kondisi hidrologi, karakteristik substrat, sumber propagul, serta kemampuan kawasan untuk beregenerasi secara alami.

Melalui workshop ini, IKAMaT memperoleh tambahan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak yang telah menerapkan pendekatan EMR di sejumlah wilayah Indonesia. Pembelajaran tersebut akan menjadi referensi dalam memperkuat perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program pemulihan mangrove yang dijalankan IKAMaT bersama masyarakat, pemerintah, akademisi, mitra swasta, serta organisasi lingkungan.

IKAMaT berharap kolaborasi antarpihak dalam pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir dapat terus diperkuat. Dengan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan, kondisi lapangan, dan partisipasi masyarakat, program rehabilitasi mangrove diharapkan mampu menghasilkan ekosistem yang lebih sehat, berfungsi secara ekologis, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. (ADM/ARH/AP).