Semarang – IKAMaT. Green jobs atau pekerjaan hijau semakin membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pekerjaan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks wilayah pesisir dan masyarakat, peluang tersebut juga berkembang melalui konservasi mangrove, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan karbon biru. (15/6/2026).
Foto bersama setelah diskusi bersama.
Oleh karena peluang yang ada tersebut, IKAMaT kembali menerima kunjungan di Sekretariat IKAMaT, kali ini dari Yayasan Inovasi Muda. Kunjungan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas peran dan gerakan pemuda dalam pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau, khususnya pada aktivitas yang berkaitan dengan wilayah pesisir dan ekosistem mangrove, serta penguatan kegiatan pemberdayaan masyarakat
Green Jobs dan Peluang Generasi Muda di Sektor Mangrove
Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan gagasan mengenai peluang keterlibatan pemuda dalam mendorong tumbuhnya pekerjaan hijau di masa depan dan pemberdayaan kepada masyarakat tentang pengembangan ekonomi hijau berkelanjutan dan berbasis potensi yang ada di tingkat lokal.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Aris Priyono (Direktur Teknologi dan Informasi) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) serta Samsul Maarif dan Jieo Pandu (KeSEMaT).
Dalam sesi diskusi, Aris menyampaikan pilar-pilar yang dilaksanakan oleh IKAMaT selama ini dalam melaksanakan kegiatannya, yaitu yaitu pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, pemberdayaan masyarakat, riset mangrove, serta pengembangan industri kreatif mangrove.
“Melalui pilar-pilar yang dimiliki, IKAMaT berupaya memperluas dan mengembangkan ekosistem yang meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya ekosistem pesisir, khususnya mangrove. Keempat pilar tersebut menjadi bagian dari upaya IKAMaT dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran penting mangrove bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir,” jelas Aris. “Dalam hal ini, kami juga berupaya mengembangkan media yang dapat dengan mudah masyarakat jangkau ketika mencari informasi mengenai ekosistem mangrove. Hal ini dapat terlihat melalui mesin pencarian Google, ekosistem media kami dapat dengan mudah ditemukan,” tambahnya.
Kemudian, Rena juga menyampaikan mengenai skema program yang dijalankan oleh setiap unit dan afiliasi yang dimiliki IKAMaT. Diskusi tersebut mencakup berbagai bentuk kegiatan yang dikembangkan, mulai dari pendampingan penanaman dan pemantauan, adopsi, riset, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan industri kreatif berbasis mangrove.
Selain itu, Rena turut menjelaskan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan IKAMaT, termasuk upaya peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta pelibatan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan mangrove.
Proses diskusi bersama.
Kemudian, Bayu dan Azka (Yayasan Inovasi Muda) juga menyampaikan mengenai agenda yang telah dilaksanakan oleh lembaga mereka dalam hal ini merupakan lembaga pendidikan keberlanjutan di Indonesia yang menciptakan peluang kerja ramah lingkungan kepada para pemuda dan masyarakat luas untuk menjamin masa depan yang berkelanjutan.
Bayu menambahkan bahwa Yayasan Inovasi Muda saat ini sedang merencanakan kegiatan yang berfokus pada pengembangan kapasitas generasi muda dalam mendorong pertumbuhan green jobs atau pekerjaan hijau.
Inisiatif tersebut secara khusus diarahkan pada bidang karbon biru, dengan melihat potensi ekosistem pesisir dan mangrove sebagai bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman yang relevan dengan pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau di sektor karbon biru.
Kegiatan kunjungan dan diskusi berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi sarana bagi IKAMaT dan Yayasan Inovasi Muda bertukar informasi mengenai potensi pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Kolaborasi Pemuda, Mangrove, dan Pemberdayaan Masyarakat
Ke depan, IKAMaT berharap diskusi ini dapat membuka peluang kolaborasi dalam peningkatan kapasitas generasi muda untuk memasuki green jobs yang berkaitan dengan konservasi mangrove dan karbon biru. Pengembangan kompetensi, pengalaman lapangan, teknologi, serta pemahaman mengenai kondisi sosial masyarakat pesisir diharapkan dapat melahirkan semakin banyak generasi muda yang mampu menghubungkan kebutuhan lingkungan dengan peluang ekonomi berkelanjutan.
Pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dilakukan juga menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi peluang sinergi dalam pengembangan program yang tidak hanya berorientasi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat dan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. (ADM/ARH/RS/AP).