IKAMaT Ikuti Pelatihan Mangrove COREMAP-CTI LIPI di Bali

IKAMaT Ikuti Pelatihan Mangrove COREMAP-CTI LIPI di Bali

Bali – IKAMaT. Pada tanggal 17-23 Juli 2017, M. Faisal R., selaku Direktur Utama Yayasan IKAMaT mengikuti Pelatihan Penilaian Kondisi Komunitas Mangrove di Legian, Bali. Pelatihan ini merupakan salah satu dari serangkaian pelatihan yang diadakan oleh program COREMAP-CTI, Pusat Pengembangan Oseanografi (P2O) LIPI.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, terpilih 20 perwakilan institusi yang bergerak di bidang mangrove, salah duanya adalah Yayasan IKAMaT dan jaringan relawan mangrove di Indonesia KeMANGTEER yang merupakan afiliasi dari IKAMaT.

“Senang rasanya, bersama Mas Faisal dari Yayasan IKAMaT, bisa lolos jadi salah dua dari 20 perwakilan institusi untuk kegiatan pelatihan ini. Banyak ilmu yang bisa dipelajari dari para pengajar, bisa tukar pengalaman juga dengan teman-teman dari institusi lain,” kata Sekjen KeMANGTEER, Kika dari UGM Yogyakarta.

Pelatihan ini dibuka oleh Direktur P2O LIPI, Bapak Dr. Dirhamsyah, MA., pada hari Senin, 17 Juli 2017 di salah satu hotel di Legian, Bali.

Dalam pelatihan ini, ada lima pokok materi yang diajarkan, yaitu; komunikasi dan kerja sama di tempat kerja, persiapan pemantauan dan keselamatan kerja (K3), pelaksanaan pemantauan kondisi komunitas mangrove, analisis data kondisi komunitas mangrove, dan pembuatan laporan.

Disamping itu, peserta pelatihan juga dibekali materi umum tentang program COREMAP-CTI dan identifikasi jenis-jenis mangrove.

“Dalam pengelolaan mangrove diperlukan SDM yang mampu dan memahami tentang mangrove. Jadi adanya pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan peningkatan kualitas SDM dalam bidang mangrove, utamanya mengidentifikasi potensi dan kesehatan komunitas mangrove,” jelas Hilda Novianty selaku ketua panitia dari P2O LIPI.

Tidak melulu materi di dalam ruangan, pada hari Kamis, 20 Juli 2017, dilaksanakan praktik lapangan dan field trip di kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai. Dibagi dua tim, para peserta mengaplikasikan materi yang telah didapat sebelumnya, mulai dari penentuan stasiun pemantauan, pembuatan plot pemantauan, pengambilan data keliling dan hemispherical photography, serta identifikasi jenis mangrove.

Di hari terakhir, dilakukan evaluasi hasil pelatihan yang terdiri dari evaluasi tertulis dan praktik. Selanjutnya diadakan penutupan seluruh rangkaian kegiatan oleh Direktur COREMAP-CTI, Prof. Dr. Suharsono.

“Terima kasih kepada pengajar dan seluruh panitia, saya mendapat banyak ilmu di sini,” kata Sekjen KeMANGTEER. “Semoga apa yang sudah diajarkan dapat diaplikasikan ke teman-teman KeMANGTEER di 11 regional, apalagi mengenai identifikasi jenis dan cara pengambilan data pemantauan. Saya rasa itu ilmu yang penting untuk diketahui oleh seorang mangrover,” jelasnya lebih lanjut.

IKAMaT sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang sosial, kemanusian dan penelitian mangrove memandang penting pelatihan ini. Hal ini disampaikan Faisal yang menjelaskan bahwa hasil dari pelatihan ini akan diaplikasikan oleh IKAMaT di area kerjanya, dalam rangka mendampingi warga pesisir memberdayakan kawasan mangrovenya.

“Sangat penting, karena pelatihan ini berbasis riset yang merupakan dasar utama dari program-program pemberdayaan masyarakat yang kami kembangkan di lapangan,” jelas Dirut IKAMaT. “Beberapa waktu ke depan, kami ada proyek di Papua dan Bekasi. Ilmu yang kami dapat di sini akan kami adopsi dan implementasikan di sana,” pungkasnya. (RAF/ADM/LIPI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *