Diskusi Berkaitan Pengelolaan dan Pemanfaatan Ekosistem Mangrove, Yayasan HUMANIS Kunjungi IKAMaT

Semarang – IKAMaT. IKAMaT kembali menerima kunjungan di Sekretariat IKAMaT, kali ini dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (HUMANIS) dari Konsorsium Fisherfolks Empowerment for Climate Resilience and Sustainability (FOCUS). Kegiatan kunjungan ini dalam rangka berdiskusi berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem mangrove. (13/7/2026).

Diskusi pengelolaan mangrove antara IKAMaT dan Yayasan HUMANIS di Semarang

Foto bersama setelah diskusi.

Yayasan HUMANIS Kunjungi IKAMaT

HUMANIS adalah sebuah organisasi yang berbasis di Jakarta dan beroperasi di seluruh kawasan Asia Tenggara, dengan berkomitmen untuk membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan, di mana setiap individu dapat menikmati hak-hak dasarnya serta terbebas dari ancaman degradasi lingkungan dan perubahan iklim.

Dalam menjalankan komitmennya, HUMANIS tergabung dalam Konsorsium FOCUS, yaitu konsorsium yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta mendorong terwujudnya sistem pangan yang berkelanjutan.

Dalam kunjungan ini, HUMANIS sebagai salah satu anggota Konsorsium FOCUS sedang melaksanakan program pengumpulan data dari berbagai stakeholder. IKAMaT menjadi salah satu pihak yang dikunjungi untuk memperoleh informasi dan masukan yang relevan dengan pelaksanaan program tersebut.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Ega N. B. Utami (Staf Operasional Administrasi).

“HUMANIS yang tergabung dalam Konsorsium FOCUS sedang melaksanakan kegiatan pengumpulan data berkaitan dengan program dan kegiatan kami di konsorsium. Dalam hal ini, IKAMaT menjadi salah satu stakeholder yang coba kami temui berkaitan dengan informasi dan data yang dapat mendukung kami,” jelas Miranda (HUMANIS). “Kami ucapkan terima kasih juga kepada IKAMaT yang telah meluangkan waktunya kepada kami untuk dapat berdiskusi dan bertukar informasi mengenai informasi dan program dari IKAMaT,” tambahnya.

Pemanfaatan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan

IKAMaT dan HUMANIS kemudian berdiskusi mengenai kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem mangrove yang dilaksanakan oleh IKAMaT. Upaya pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama IKAMaT yang menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatannya.

Diskusi pengelolaan ekosistem mangrove antara IKAMaT dan Yayasan HUMANIS di Semarang.

Proses diskusi antara IKAMaT dan HUMANIS.

“IKAMaT melaksanakan setiap program dan kegiatannya berdasarkan atas empat pilar yang dimiliki, di antaranya pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove, riset mangrove, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri kreatif mangrove. Keempat pilar tersebut merupakan upaya kami untuk menyebarluaskan informasi berkaitan mangrove dan manfaatnya ke masyarakat luas,” terang Agape. “Kemudian, KeSEMaT sebagai afiliasi dan IKAMaT juga mendampingi masyarakat di wilayah pesisir untuk memanfaatkan sekaligus menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan, berbagai produk bernilai ekonomi harapannya dapat meningkatkan nilai ekonomi di wilayah pesisir yang semakin terdesak akibat dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Ega kemudian juga menunjukkan serta menjelaskan berbagai produk yang telah dihasilkan dan dipasarkan oleh mitra binaan KeSEMaT dan IKAMaT yang terdiri atas produk makanan, minuman, dan kerajinan berasal dari mangrove bukan kayu di wilayah pesisir.

Kegiatan kunjungan berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi sarana berdiskusi dan bertukar informasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem mangrove di Indonesia. Selain itu, juga sebagai sarana kolaborasi antar lembaga dalam mewujudkan kesehatan lingkungan pesisir dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.

Kolaborasi antar lembaga juga menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat pengelolaan ekosistem mangrove. Pertukaran informasi antara IKAMaT dan HUMANIS melalui kunjungan ini dapat menjadi ruang untuk memahami berbagai pendekatan yang telah dilaksanakan masing-masing pihak, sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi ekosistem pesisir.

IKAMaT memandang bahwa pengelolaan mangrove yang baik perlu menghubungkan kegiatan penanaman dan pemantauan baik secara langsung maupun regenerasi alami dengan perbaikan lingkungan dan hidrologi, riset berbasis data, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan potensi lokal secara bertanggung jawab. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi ekologis mangrove sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi yang tidak bergantung pada eksploitasi kawasan.

Melalui pengelolaan ekosistem mangrove yang partisipatif dan berbasis pengetahuan, masyarakat pesisir diharapkan dapat semakin berperan sebagai aktor utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan. Dengan demikian, perlindungan mangrove tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat dalam menghadapi tekanan perubahan iklim dan dinamika wilayah pesisir. (ADM/ARH/ALA/ENBU/AP).